Selamat datang di SlendangWetan Institut, Blognya orang yang "sadar diri" !

2.10.2010

Yaumul Marhamah (hari kasih sayang) (SlendangWetan)


Sebentar lagi tanggal 14 Februari bagi mereka baik dari kalangan remaja maupun dewasa merupakan hari dan bulan yang special, karena bagi mereka bulan ini adalah bulan kasih sayang atau sering disebut valentine's day. Di mana para pasangan muda-mudi saling berbagi kasih sayang (sayang kebablasan), ini tidak lepas dari pengaruh budaya Barat yang membawa tradisi atau budaya baru bagi kita orang Timur yang pada dasarnya menjunjung tinggi toto kromo atau sopan santun.

Sayangnya sikap sopan santun, menjaga etika atau yang lainnya terkait budaya orang Timur kini telah memudar seiring berkembangnya zaman. Maka dari sinilah terjadi 'penodaan' nilai dari kasih sayang tersebut. Tidak sedikit dari mereka merayakan hari kasih sayang (valentine's day) dengan berhubungan badan layaknya suami-istri (makanya banyak orang tua-tua bilang termasuk salah satu dosen saya kalu bulan februari adalah bulan hilangnya perawan-perawan. mungkin pernah kali ? he...he...) makanya banyak para ustadz atau orang yang menjunjung tinggi nilai spiritual (Islam) melarang bahkan mengharamkannya.
Saya kira ini juga tak lepas dari kurang pahamnya tentang hari kasih sayang yang mencontoh prilaku atau budaya Barat yang ngak pantas dilakukan oleh masayarakat Indonesia yang mayoritas Islam. Padahal sebenarnya hari kasih sayang itu ngak hanya ada dikalangan nasrani (Barat) tapi di kalangan orang Islam juga ada, sayangnya banyak yang gak tahu khususnya kalangan remaja. Ya.....mungkin minimnya pengetahuan tentang agama salah satu faktor dari penyimpangan kiblat. Asal kalian tahu, bahwa hari kasih sayang sudah ada sejak zamannya nabi Muhammad SAW dan itu pertama kali dicontohkan oleh beliau. Gini ceritanya;

Setelah perang badar yang mana umat Islam mengalami kemenangan, setiap musuh yang masih hidup menjadi tawanan orang muslim sedangkan harta rampasan perang (ghonimah) menjadi milik orang muslim. Pada waktu itu setelah perang Badar, para tentara dari pihak musuh yang kalah juga harta rampasan perang dikumpulkan jadi satu di lapangan.

Di setiap kepala sahabat dah membayangkan hasil yang akan mereka dapatkan setelah susah payah berperang dengan taruhan nyawa (meski tujuannya bukan ghonimah tapi li illahi kalimatillah).

Ketika itu rasul berdiri dihadapan para tahanan perang kemudian berkata pada mereka; "wahai saudaraku, hari ini adalah hari kasih sayang bukan hari pembantaian" kata beliau. Para sahabat dan tahanan perang tercenggang mendengarkan perkataan beliau.

"Kalian semua kami bebaskan, kembalilah kekeluarga kalian dengan damai dan ambillah harta kalian semua. Ini bukan hari pembantaian akan tetapi ini adalah Yaumul Marhamah (hari kasih sayang)"

Mereka disuruh membawa semua harta dan senjata mereka bahkan kendaraan mereka dikembalikan untuk dibawa pulang. Parasahabat bingung melihat ini semua, dalam hati mereka mengerutu akan keputusan nabi. Kalau masalah mereka di lepasakan itu tidak masalah bagi para sahabat tetapi yang membuat mereka mengerutu masalah harta yang seharusnya mereka dapatkan hilang sudah, karena sudah sekian banyak harta dan tenaga bahkan nyawa mereka taruhkan akan tetapi tidak secuilpun ghonimah yang mereka dapatkan sebagai gantinya.

Akhirnya ada satu sahabat yang berani memprotes keputusan nabi. "Wahai ya Rasul, maaf sebelumnya. Kanapa Anda melepaskan para tawanan perang, ditambah lagi harta yang seharusnya jadi milik kita engkau berikan kepada mereka bukan pada kami, sedangkan kami mempertaruhkan harta dan nyawa kami malah tidak mendapatkan apa-apa"

Nabi hanya tersenyum mendengar ucapan sahabat tersebut. Kemudian beliau berkata;

"Menerut kalian apakah aku tidak mencintai kalian"tanya rasul.

"Tidak ya rasul, engkau sangat mencintai kami semua" jawab sahabat
"Terus kalian lebih memilih mana antara cintaku kepada kalian atau harta tersebut" tanya rasul.

Mendengar perkataan tersebut para sahabat menangis dan memeluk nabi sambil berucap "kami lebih memilih engaku ya rasul".

Sejak itulah umat Islam mengenang sebuah hari kasih sayang, hari di mana terdapat sebuahn momentum cinta kasih tanpa ada pamrih, cinta yang begitu mendalam karena Allah semata. Inilah sepenggal cerita yang telah dibuktikan oleh sejarah akan kemurnian cinta yang tak merusak pencinta dan sang pecinta itu sendiri. Ingat jangan mejadi Fahri yang tak tegas menyikapi cinta tiga wanita, jangan menjadi Nurul yang terlalau merana karena cinta, jagan menjadi Maria yang rela mati karena cinta dan jangan menjadi Noura yang dia jadi gila karena cinta. Semoga kita semua bisa mengambil ibroh dari cerita di atas dan dapat menepatkan cinta pada tempatnya. Amin...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kibod Arabi